Dalam berbagai kajian pembangunan manusia, praktik perkawinan anak telah menjadi perhatian global karena dampaknya yang luas terhadap kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan generasi muda. Meskipun berbagai kebijakan dan program intervensi telah dikembangkan untuk menekan praktik tersebut, realitas di lapangan menunjukkan bahwa perubahan sosial tidak dapat dicapai hanya melalui regulasi formal. Pemahaman yang
mendalam terhadap konteks sosial budaya masyarakat menjadi faktor penting dalam merancang strategi pencegahan yang efektif dan berkelanjutan.
Buku ini berupaya menghadirkan pendekatan yang mengintegrasikan perspektif komunikasi kesehatan dengan analisis budaya lokal, khususnya dalam konteks masyarakat Bugis. Melalui pendekatan tersebut, buku ini menyoroti bagaimana nilai budaya, norma komunitas, serta pola komunikasi dalam keluarga dan masyarakat memengaruhi cara masyarakat memahami isu perkawinan anak. Pendekatan ini diharapkan dapat memberikan
kontribusi konseptual dalam pengembangan strategi komunikasi yang lebih kontekstual dan sensitif terhadap budaya lokal.







Ulasan
Belum ada ulasan.